Depan  •  Berita, Liputan  •  40% Perusahaan di Jawa Tengah Pakai Buruh Outsourcing

40% Perusahaan di Jawa Tengah Pakai Buruh Outsourcing

Berita Liputan  |   |  03 May 2013   

Temanggung: Kesejahteraan buruh di wilayah Provinsi Jawa Tengah masih memprihatinkan. Kebanyakan masih dipekerjakan secara outsourcing atau sistem kontrak. Di sisi lain mereka menerima Upah Minimum Regional (UMR) yang kurang dari kebutuhan hidup layak (KHL).

Serikat Pekerja Nasional (SPN) Provinsi Jawa Tengah, mencatat, sedikitnya ada sekitar 40% perusahaan di wilayah itu masih menggunakan sistem outsourcing dan kontrak.

“Kebanyakan perusahaan yang menggunakan sistem oursourcing adalah perusahaan garmen dan perkayuan. Jumlahnya banyak sekali, ada sekitar 40%,” kata pengurus SPN Jateng Rahmad Irianto di Temanggung.

Menurut dia, sistem oursourcing dan kontrak dirasakan berat oleh buruh. Ia mencontohkan ada perusahaan yang mengganti tenaga kerja dua kali dalam setahun.
“Buruh yang tidak dipakai tentu akan menganggur. Padahal mereka tidak memiliki jaminan kesehatan, asuransi kerja, juga penghasilan. Kondisi itu membuat kehidupan buruh sulit dan penuh ketidakpastian.”

Di sisi lain, sistem pengupahan buruh juga masih jauh dari KHL. Upah buruh di 35 kabupaten/kota se-Jateng jika dirata-rata Rp902.000 per bulan. Nilai tersebut tidak sebanding dengan KHL di Jateng yang mencapai Rp1,3 juta per bulan per orang.

Terlebih lagi jika harga bahan bakar minyak (BBM) dinaikan, tentu akan diikuti penaikan harga barang kebutuhan pokok lain. Sebagai dampaknya, KHL akan makin tak terjangkau.

“Kami ingin pemerintah lebih memperhatikan nasib buruh di Jateng, terutama UMR yang masih jauh dari KHL. Intinya, kami tetap konsisten menolak UU Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) karena memberatkan buruh,” katanya.

Dijelaskan, di dalam UU BPJS, kesehatan gratis ternyata didapat dari iuran para buruh. Jika tidak, buruh tidak berhak memperoleh pelayanan kesehatan. Hal itu menjadi salah satu alasan pihaknya menolak UU BPJS.

Pada kesempatan Hari Buruh 1 Mei ini, menurut Rahmad, tidak banyak buruh di Jateng yang turun ke jalan melakukan aksi. Aksi hanya dilakukan sekitar 500 di RS Tlogorejo yang memprotes sistem outsourcing.

Metrotvnews.com (1/5/2013)

1 Diskusi

semoga hari buruh satu mei 2014 saat ini akan menjadi awala yang baik bagi peningkatan kesejahteraan buruh..

Nama *

Email *

Website

Gunakan kode HTML blockquote, b, a, ul, ol, dan li jika ingin mempercantik komentar.