Depan  •  Berita  •  Bantah Minta Komputer untuk UMP, Buruh Hanya Mau Televisi

Bantah Minta Komputer untuk UMP, Buruh Hanya Mau Televisi

Berita  |   |  30 Sep 2014   

Jakarta -Kalangan buruh meralat permintaan mereka terkait usulan tambahan komponen Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Mereka sempat meminta ada komponen untuk membeli komputer dalam tambahan KHL menjadi 84 item sebagai acuan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2015.

Sekretaris Jenderal Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Muhammad Rusdi meralat permintaan KSPI soal komputer. Menurutnya yang dimaksud KSPI adalah televisi (TV) yang masuk KHL.

“Kami merevisi, bukan komputer tapi televisi, kami masukan di item pendidikan,” kata Muhammad Rusdi.

Saat ini, lanjut Rusdi, dalam peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, item pendidikan dalam KHL hanya tercantum, pulpen, tabloid dan radio. Kalangan buruh kini meminta televisi sebagai kebutuhan hidup layak.

“Televisi yang harganya hanya Rp 1 juta sampai Rp 2 juta,” katanya.

Menurutnya, besaran harga tersebut akan terbagi menjadi 36-48 bulan gaji dibayarkan. Jadi, besaran harga televisi tersebut tidak setiap bulan dimasukkan dalam komponen KHL, melainkan terbagi menjadi 36-48 kali.

Ia beralasan, televisi bisa digunakan sebagai sarana untuk meningkatkan daya saing buruh. Terlebih menurutnya buruh di Indonesia akan bersaing dengan buruh-buruh se-ASEAN dalam masyarakat ekonomi ASEAN (MEA).

“Karena hari ini kita di era informasi (masak) tanpa ada televisi, nggak mungkin nggak ada TV,” katanya.

Bidang Pendidikan:

Berlaku Saat Ini (60 KHL)

  • Bacaan/radio: tabloid/radio 4 band
  • Ballpoint/pensil

Usulan KSPI (Usulan 84 KHL)

  • Bacaan: Nova dan Bola
  • Televisi LED 19 Inci
  • Radio Tape Recorder

detikFinance (8/9/2014)

Diskusi Kosong

Nama *

Email *

Website

Gunakan kode HTML blockquote, b, a, ul, ol, dan li jika ingin mempercantik komentar.