Depan  •  Berita, Liputan  •  Banyak Masalah Perburuhan di BUMN, Anggota Komisi VI Gusar

Banyak Masalah Perburuhan di BUMN, Anggota Komisi VI Gusar

Berita Liputan  |   |  22 Mar 2013   

JurnalParlemen, 21/3/2015, Senayan – Anggota Komisi VI DPR Refrizal mengaku gusar. Gara-garanya, banyak permasalahan perburuhan di perusahaan BUMN yang belum tuntas dan nampak berlarut-larut. Padahal perusahaan plat merah mestinya memberi contoh bagi korporat swasta dalam mengelola perburuhan. “Perusahaan negara harusnya memberi contoh ke perusahaan swasta. Aturan hukumnya jelas, peraturan yang melingkupinya juga jelas,” kata Refrizal kepada JurnalParlemen, Rabu (20/3).

Untuk itu, Refrizal meminta Kementerian BUMN untuk berkoordinasi dan memberikan pembinaan bagi para direksi perusahaan negara. Para direksi itu harus tahu bahwa perusahaan tidak boleh lagi mempekerjakan tenaga alih daya. “Itu tugas Kementerian BUMN. Jangan ada lagi pemberangusan serikat pekerja, pemecatan sepihak atau mutasi karena beraktivitas di serikat pekerja,” katanya.

Sejumlah perusahaan plat merah kini memang sedang diterpa masalah perburuhan. PT Telkom (Persero) misalnya, belum menuntaskan masalah pekerja alih daya yang dikontrak berulang-ulang. PT Askes masih bermasalah dengan serikat pekerja soal pemutusan hubungan kerja, bahkan bekas direktur utamanya, I Gede Subawa, jadi tersangka karena tidak membayar upah pekerja.

Perum Peruri terjerat masalah pensiunan karena lalai memberikan manfaat pensiun bagi pekerjanya. Pensiunan yang berhak dapat hak sesuai UU Ketenagakerjaan memprotesnya, tapi pihak perusahaan acuh tak acuh. Sedangkan PT ASDP dianggap melakukan tindak pidana antiserikat pekerja. Masalah serupa terjadi di PLN ketika serikat pekerja perusahaan setrum itu mengkritisi kebijakan manajemen di sektor ketenagalistrikan. “Ada juga masalah perburuhan di Pertamina, Balai Pustaka, LKBN Antara, dan Perum Perumnas,” rinci Refrizal. Semua itu jadi tanggung jawab Kementerian BUMN. Sebab itulah, Komisi IV ingin membahasnya. Namun, tiga kali dipanggil rapat soal ini, Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan mangkir.

Diskusi Kosong

Nama *

Email *

Website

Gunakan kode HTML blockquote, b, a, ul, ol, dan li jika ingin mempercantik komentar.