Depan  •  Berita  •  Irianto: Peningkatan Daya Saing Ketenagakerjaan Semakin Berat

Irianto: Peningkatan Daya Saing Ketenagakerjaan Semakin Berat

Berita  |   |  27 Mar 2014   

Jakarta – Salah satu pekerjaan berat pemerintah dan pengusaha serta pekerja saat ini adalah meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja Indonesia. Walaupun berat hal itu perlu dilakukan mengingat untuk memajukan ekonomi keberadaan tenaga kerja yang berkualitas sangatlah penting.

Demikian dikatakan Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial (PHI) dan Jaminan Sosial (Jamsos), Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Irianto Simbolon, dalam acara “Konsultasi Teknis Pelaksanaan Program Tahun 2014 Mengenai Kondisi Hubungan Industrial Terkini” di Jakarta, Rabu (26/3).

Irianto mengatakan, sekitar 52 persen dari jumlah tenaga kerja saat ini hanya berpendidikan SD dan tidak lulus SD. Sementara untuk memajukan industri dan ekonomi nasional umumnya kualitas kerja yang memadai sangat penting.

Untuk itu, kata Irianto, pembangunan ketenagakerjaan dalam periode 2010-2014 antara lain diarahkan untuk mendorong meningkatkan kualitas tenaga kerja dengan berbagai pelatihan. Selain itu, menciptakan kesempatan kerja yang baik, yaitu lapangan kerja produktif serta adanya perlindungan dan jaminan sosial yang memadai.

Selain itu, meningkatkan kondisi dan mekanisme hubungan industrial untuk mendorong kesempatan kerja, menyempurnakan peraturan-peraturan perundangan ketenagakerjaan dan melaksanakan peraturan ketenagakerjaan pokok (utama) sesuai hukum internasional, dan mengembangkan jaminan sosial serta pemberdayaan pekerja/buruh.

Sejalan dengan arah kebijakan tersebut, kata Irianto, strategi pembangunan yang akan dilaksanakan antara lain memperbaiki tempat kerja yaitu dengan mendorong tumbuhnya investasi, khususnya investasi padat tenaga kerja agar tercipta kesempatan kerja.

Menurut Irianto, pembangunan nasional bidang ketenagakerjaan merupakan bagian dari upaya pengembangan sumberdaya manusia yang memegang peranan penting dalam mewujudkan pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan masyarakat Indonesia seluruhnya.

Dikatakan, pembangunan ketenagakerjaan yang mendukung iklim investasi dan iklim usaha yang kondusif dilaksanakan melalui Program Pengembangan Hubungan Industrial dan Peningkatan Jaminan Sosial Tenaga Kerja yang merupakan program Ditjen PHI dan Jamsos.

Menurut Irianto, program atau kegiatan Ditjen PHI dan Jamsos tahun 2014 dirancang dengan memperhatikan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN ) 2014, dalam rangka penguatan kelembagaan hubungan industrial, dan beberapa isu terkini. Dimana kelembagaan hubungan industrial yang difokuskan pendanaannya dalam rangka pemantapan perekonomian nasional.

Irianto mengatakan, sehubungan dengan perintah Presiden pada tahun 2014 ini Ditjen PHI dan Jamsos akan melaksanakan kegiatan-kegiatan antara lain verifikasi keanggotaan Serikat Pekerja ( SP) dan Serikat Buruh (SB) di 33 provinsi, pelatihan teknik bernegosiasi bagi pekerja/buruh, SP/SB dan pengusaha/organisasi pengusaha, Sosialisasi kebijakan pengupahan, dan Peningkatan kapasitas mediator HI sebanyak 900 orang.

Beritasatu.com (26/3/2014)

Diskusi Kosong

Nama *

Email *

Website

Gunakan kode HTML blockquote, b, a, ul, ol, dan li jika ingin mempercantik komentar.