Depan  •  Berita  •  Jabar Kekurangan Pekerja Terampil

Jabar Kekurangan Pekerja Terampil

Berita  |   |  24 Nov 2013   

BANDUNG – Sektor industri di Jawa Barat kekurangan tenaga kerja terampil salah satunya dipicu minimnya anggaran untuk pelatihan pekerja.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat Ferry Sofwan mengatakan tahun ini Disperindag Jabar hanya menyelenggarakan pelatihan produksi bagi 400 tenaga kerja dengan waktu pelatihan relatif singkat.

“Anggaran untuk pelatihan kerja tidak bertambah sejak 5 tahun terakhir, sehingga diprioritaskan bagi sektor industri kecil saja,” ujarnya kepada Bisnis di sela-sela Pelatihan Operator Terampil Alas Kaki Klaster Industri Kecil dan menengah di Jabar, Senin (18/11/2013).

Menurutnya, anggaran pelatihan tenaga kerja untuk tahun depan juga diperkirakan tidak akan bertambah signifikan, yakni sekitar Rp2,5 miliar. Hal ini, membuat jumlah tenaga kerja yang akan dilatih tidak akan mengalami peningkatan.

Ferry mengakui menjelang Asean Economic Community (AEC) 2015 faktor sumber daya manusia (SDM) menjadi modal utama pendukung daya saing industri. “SDM ini paling penting bagi daya saing industri, di samping ketersediaan bahan baku, teknologi, pemasaran, dan permodalan,” ungkapnya.

Minimnya anggaran juga dipengaruhi adanya kebutuhan sosialisasi tentang standar internasional dan pengetahuan ekspor bagi IKM agar bisa meningkatkan pasar luar negeri.

Pihaknya juga memerlukan dana yang cukup besar untuk menjalankan program 100.000 wirausaha dalam 4 tahun ke depan, yang diharapkan mampu membuka usaha mandiri dengan modal dan peralatan kerja dibantu pemerintah.

“Untuk mengakali minimnya pendanaan, Disperindag Jabar menggandeng sejumlah pihak seperti Bank Indonesia, agar seluruh program tersebut bisa terealisasi dengan efektif.”

Bisnis.com (19/11/2013)

Diskusi Kosong

Nama *

Email *

Website

Gunakan kode HTML blockquote, b, a, ul, ol, dan li jika ingin mempercantik komentar.