Depan  •  Berita, Liputan  •  “Kalau BBM Naik, Apa Artinya Kenaikan Upah Kami?”

“Kalau BBM Naik, Apa Artinya Kenaikan Upah Kami?”

Berita Liputan  |   |  03 May 2013   

Jakarta: Sekitar 500 buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day dengan di depan Kedutaan Besar Australia di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (1/5).

“Kami datang dari Jabodetabek sekitar 3.000 orang, kemudian lokasinya (unjuk rasa) disebar. Kami organisir dari dewan pimpinan pusat,” kata Ketua DPP Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi Pertambangan PT Thiess (anggota KSPI), Sahat Butar-Butar.

Menurut Sahat, secara umum buruh menyampaikan penolakan terhadap kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), upah murah dan sistem kerja outsourcing.

“Kenaikan BBM akan menaikkan harga-harga kebutuhan lainnya. Jadi kenaikan upah kami 20 persen kemarin untuk apa? Tidak ada artinya,” kata Sahat.

Secara khusus, buruh juga menyuarakan solidaritas terhadap dua karyawan PT Thiess Sangatta, Kutai Timur, yang diduga ditahan polisi karena menuntut haknya. Selain itu, Sahat menyebut ada karyawan Thiess yang tidak digaji selama dua tahun.

“Kalau masalah Thiess ini, kami sudah unjuk rasa di sini juga sebelumnya. Ini hanya lanjutan. Tapi apa? Kedutaan Besar yang kami harap bisa menjembatani, karena Thiess asal Australia, ternyata tidak ditindaklanjuti. Kami kecewa,” lanjut dia.

Sementara itu sepuluh perwakilan buruh sempat diterima perwakilan Kedubes Australia. Namun, kedua pihak belum menemukan titik temu terkait permasalahan tersebut. Pengunjuk rasa berharap bisa berbicara langsung dengan Duta Besar Australia.

Serikat buruh datang menggunakan tujuh bus, ratusan sepeda motor serta belasan mobil. Seluruh kendaraan diparkir di jalur lambat Jalan HR Rasuna Said. Arus lalu lintas sempat tersendat.

Metrotvnews.com (1/5/2013)

Diskusi Kosong

Nama *

Email *

Website

Gunakan kode HTML blockquote, b, a, ul, ol, dan li jika ingin mempercantik komentar.