Depan  •  Berita  •  KECELAKAAN DI TEMPAT KERJA: Semakin Bertambah, Ini 2 Penyebabnya

KECELAKAAN DI TEMPAT KERJA: Semakin Bertambah, Ini 2 Penyebabnya

Berita  |   |  29 Apr 2014   

JAKARTA – Jumlah kecelakaan kerja di lingkungan perusahaan berisiko tinggi kian bertambah, menyusul rendahnya implementasi norma keselamatan dan kesehatan kerja di tingkat perusahaan.

Direktur Pembinaan Norma Kecelakaan Kerja Kemenakertrans Amri AK mengatakan berdasarkan tren tahunan, jumlah kecelakaan kerja selalu meningkat.

Pada 2013, sebanyak 9 orang meninggal per hari akibat kecelakaan kerja. “Adapun untuk periode tahunan sebelumnya, sebanyak 6 orang meninggal,” katanya, Jumat (25/4/2014).

Risiko meningginya jumlah kecelakaan kerja dalam periode tahunan tersebut lantaran rendahnya penerapan K3 di perusahaan dan masyarakat masih rendah.

Selain itu, penerapan pemeriksaan uji K3 di lingkup perusahaan juga masih rendah. “Dua masalah tersebut muncul dari internal perusahaan.”

Di samping dua masalah tersebut, masih terdapat masalah yang membelit implementasi K3. “Kami mengakui, tugas dan fungsi pegawai pengawas sejak otonomi daerah tidak maksimal, khususnya dalam mengawasi K3.”

Mengutip data Internasional Labor Organization (ILO), jelasnya, rata-rata terdapat 99.000 kasus kecelakaan kerja per tahun. Dari total jumlah itu, sekitar 70% berakibat fatal yaitu kematian dan cacat seumur hidup.

Sementara itu, Berdasarkan data Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada 2013 perusahaan pelanggar norma  keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sebanyak 12.745 perusahaan atau meningkat jika dibandingkan dengan periode 2011 yang hanya sebanyak 3.848 perusahaan.

“Untuk menekan jumlah kecelakaan kerja, kami berupaya memberikan standar K3 sesuai OSHAS 18000—l, ISO 14000—l terkait dengan mutu dan sistem manajemen K3,” katanya.

Bisnis.com (25/4/2014)

1 Diskusi

Salah satu tugas organisasi Serikat Pekerja adalah memastikan terlaksananya standar K3 di Perusahaan guna melindungi hak-hak pekerja sehingga tercipta suasana kerja yang sehat dan kondusif dan menguntungkan kedua belah fihak.

Nama *

Email *

Website

Gunakan kode HTML blockquote, b, a, ul, ol, dan li jika ingin mempercantik komentar.