Depan  •  Berita  •  Kemenakertrans Prioritaskan Pengembangan Perusahaan Padat Karya di Indonesia

Kemenakertrans Prioritaskan Pengembangan Perusahaan Padat Karya di Indonesia

Berita  |   |  26 Mar 2013   

Investor Daily, JAKARTA–Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengatakan pemerintah tetap akan memprioritaskan pengembangan perusahaan-perusahaan indutri yang bergerak di sektor padat karya (labour intensive) di seluruh Indonesia. Pasalnya, perusahaan-perusahaan sektor padat karya masih sangat dibutuhkan untuk menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang besar.

“Pemerintah tetap mendukung perkembangan indsutri padat karya yang banyak menyerap tenaga kerja, terutama tenaga kerja yang low-skilled dan unskilled labor (tenaga kerja yang memiliki keterampilan kerja rendah),” kata Menakertrans Muhaimin Iskandar di Jakarta, Senin ( 25/3).

Muhaimin menjelaskan, sektor padat karya dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar untuk mengurangi jumlah pengangguran yang masih banyak tersebar di daerah-daerah. Dia pun memprediksikan dalam 10 tahun ke depan, perusahaan-perusahaan padat karya akan tetap berkembang dengan baik di Indonesia dengan menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang besar.

“Pemerintah mendukung dan memberikan perhatian khusus perusahaan padat karya karena sesuai dengan karekateristik bangsa Indonesia yang memiliki jumlah angkatan kerjanya masih banyak dan membtuhkan pekerjaan,“ kata dia.

Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angkatan kerja di Indonesia per Agustus 2012 mencapai 118,04 juta orang. Sedangkan tingkat pengangguran di Indonesia saat ini mencapai 6,14% dari angkatan kerja dengan jumlah pengangguran di Indonesia tersisa 7,24 juta orang.

Muhaimin berharap keberadaan perusahaan padat karya ini dapat mengurangi angka pengangguran dan memperluas kesempatan kerja baru sehingga mampu menambah lapangan kerja bagi tenaga kerja baru.

“Keberpihakan pemerintah itu harus diberikan kepada industri-industri yang spesifik sifatnya. Misal industri yang serap tenaga kerja banyak. Tentu kan kita butuh serapan tenaga kerja yang signifikan,” tambah dia.

 

Diskusi Kosong

Nama *

Email *

Website

Gunakan kode HTML blockquote, b, a, ul, ol, dan li jika ingin mempercantik komentar.