Depan  •  Berita  •  Kemnakertrans siap ambil alih BLK terbengkalai

Kemnakertrans siap ambil alih BLK terbengkalai

Berita  |   |  28 Jun 2014   

Jakarta- Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi menyatakan siap mengambil alih pengelolaan Balai Latihan Kerja (BLK) milik pemerintah daerah di provinsi dan kabupaten/kota yang terbengkalai dan tidak berfungsi secara optimal dalam menyelenggarakan pelatihan kerja.

“Bila pemerintah daerah tidak mampu mengelola dan memanfaatkan keberadaan BLK, maka kami siap mengambil alih pengelolaan dan aset BLK melalui kesepakatan bersama,” kata Menteri Tenaga Kerja dan TransmigrasI Muhaimin Iskandar di Jakarta, Rabu, usai melakukan peninjauan Balai Besar Latihan Kerja Industri di Medan, Sumatera Utara.

Pengambil alihan pengelolaan itu diharapkan dapat meningkatkan kinerja BLK-BLK dan memberikan manfaat yang maksimal untuk mengurangi pengangguran dan meningkatkan keterampilan dan kompetensi pekerja di daerah.

Muhaimin mengatakan saat ini sebagian besar BLK di daerah-daerah belum memiliki kualitas, kapasitas pelatihan dan instruktur yang memadai.

Masih banyak balai latihan kerja UPTD (Unit Pelayanan Teknis Daerah) milik Pemda yang memerlukan pembenahan menyeluruh.

“Ada beberapa aspek yang harus dibenahi yaitu infrastruktur dan peralatan pelatihan, kuantitas dan kualitas instruktur, metode dan kurikulum pelatihan serta manajemen pengelolaan BLK itu sendiri,” kata Muhaimin.

Data Kemenakertrans terakhir menyebutkan, dari 252 BLK milik pemda hanya 10 persen yang memiliki kondisi infrastruktur dan fasilitas yang baik, 49 persen BLK milik pemda kondisinya sedang dan 41 persen kondisinya dikategorikan buruk.

“Pemerintah daerah seringkali tidak memiliki anggaran yang cukup untuk mengelola BLK, padahal BLK sangat penting mencetak tenaga kerja yang dibutuhkan pasar kerja dan industri,” ujar Muhaimin.

Pemda diminta lebih serius mengelola dan mengembangkan BLK dengan meningkatkan alokasi anggaran serta merintis kemitraan yang kreatif dengan perusahaan-perusahaan swasta.

Keberadaan BLK harus dimanfaatkan secara maksimal karena terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan dan kompetensi para pencari kerja karena program pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja dan industri.

ANTARA News (25/6/2014)

Diskusi Kosong

Nama *

Email *

Website

Gunakan kode HTML blockquote, b, a, ul, ol, dan li jika ingin mempercantik komentar.