Depan  •  Berita  •  Lagi, KSPI Desak Presiden Ratifikasi Konvensi ILO

Lagi, KSPI Desak Presiden Ratifikasi Konvensi ILO

Berita  |   |  31 May 2013   

Jakarta: Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera meratifikasi Konvensi ILO 176 Tahun 1995 tetang Keselamatan Pekerja Tambang. Ini menyusul tewasnya 22 pekerja tambang PT Freeport di Kabupaten Mimika, Papua.

“SBY harus meratifikasi Konvensi ILO 176 1995 tetang Keselamatan Pekerja Tambang. Kalau itu tidak dirativikasi maka seluruh perusahaan tambang tidak akan membuat jalur evakuasi (jalur darurat) agar peristiwa di Freeport itu tidak terulang. Kalau yang sekarang itu jalur utama,” kata Presiden KSPI, Said Iqbal saat ditemui seusai diskusi ’15 Tahun Reformasi Untuk Siapa?” di Kantor KontraS, Jakarta.

Seperti diketahui, Iqbal mengungkapkan, kecelakaan di lokasi tambang Freeport ini merupakan kali kedua. Pada 2003 lalu, ada 9 pekerja yang tewas.

“Di Freeport itu sudah dua kali. Tahun 2003, sudah 9 orang tewas. Hanya diberikan kompensasi yang gede. Tapi memang nyawa bisa dibayar?,” ungkapnya.

Presiden Direktur dan Direksi PT Freeport harus bertanggung jawab atas peristiwa ini. Menurut Iqbal, sejumlah karyawan sempat meminta kepada manajemen perusahaan agar pelatihan dilakukan di area tambang, tapi ditolak. “Tangkap itu Presdir dan Direksi Freeport. Karena mereka lalai (dan) menyebabkan pekerja tewas.”

Selain itu, di terowongan tempat pelatihan kerja itu ditutupi plafon. Sehingga keretakan tidak akan terlihat. Antisipasi pun tidak dilakukan.

KSPI juga menyebut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik harus bertanggung jawab atas peristiwa itu. “Copot Menteri ESDM Jero Wacik. Itu konsekuensinya. Karena dia regulator yang membuat pengawasan. Kementerian ESDM lah yang bertindak sebagai pengawas (keselamatan pekerja tambang),” tegasnya.

Metrotvnews.com (20/5/2013)

Diskusi Kosong

Nama *

Email *

Website

Gunakan kode HTML blockquote, b, a, ul, ol, dan li jika ingin mempercantik komentar.