Depan  •  Liputan  •  Upah Buruh Tinggi Ancam Inflasi

Upah Buruh Tinggi Ancam Inflasi

Liputan  |   |  14 Mar 2013   

VIVAnews, 22 November 2012- Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengingatkan adanya ancaman inflasi pasca keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang menetapkan upah buruh minimum Rp2,2 juta per bulan. Meski tidak langsung, kenaikan upah tinggi –yang mencapai 44 persen dibandingkan tahun lalu– tetap akan menambah beban inflasi.

“Tapi secara umum masih sesuai target 4,5 persen plus minus 1,” kata dia di Jakarta, Kamis 22 November 2012.

Menurut Menkeu, yang penting kenaikan ini bisa meningkatkan kesejahteraan para buruh.

Memang, Agus mengatakan, pengusaha harus memahami dan menindaklanjuti ketetapan kenaikan upah minimum ini, namun harus dilakukan secara hati-hati agar tak membuat masalah baru. “Ini karena masing-masing kondisi mikro juga harus diperhitungkan.”

Lebih lanjut Agus mengatakan, kebijakan kenaikan UMP ini juga tidak akan mempengaruhi efektivitas penerapan kenaikan Pedapatan Tidak Kena Pajak (PTKP) yang akan diterapkan pemerintah tahun depan.

Dampak langsung kenaikan PTKP justru akan dirasakan negara karena berkurangnya penerimaan pajak. Namun pengurangan penerimaan tersebut dikompensasi dengan kenaikan konsumsi masyarakat yang akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Diskusi Kosong

Nama *

Email *

Website

Gunakan kode HTML blockquote, b, a, ul, ol, dan li jika ingin mempercantik komentar.