Depan  •  Berita, Liputan  •  Pekerja PT Holcim Tuntut Penghapusan Sistem Kontrak

Pekerja PT Holcim Tuntut Penghapusan Sistem Kontrak

Berita Liputan  |   |  03 May 2013   

 Cilacap: Sekitar 1.300 pekerja PT Holcim Indonesia, Cilacap, Jawa Tengah, menggelar unjuk rasa damai memeringati hari Buruh Internasional atau May Day di lapangan parkir pabrik semen itu, Rabu (1/5).

Aksi tersebut berlangsung tertib. Massa tidak melakukan aksi di pabrik dan hanya berada di dalam lapangan parkir. Mereka juga membawa sejumlah poster berisi tuntutan agar perusahaan memperhatikan kesejahteraan mereka.

Poster yang mereka bawa antara lain bertuliskan ‘bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai buruh’, ‘karena upah murah, anak kami terancam putus sekolah’, dan ‘Holcim tolong perhatikan kesejahteraan kami’.

Demonstrasi peringatan Hari Buruh Sedunia itu juga diisi dengan orasi perwakilan pekerja. Ketua Serikat Pekerja Nusantara (SPN) Widjayadi menyatakan mereka menolak sistem kerja kontrak. “Kami menolak sistem outsourcing (alih daya) dan upah murah. Kami mendesak pemerintah konsisten melaksanakan Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Karena banyak pekerja yang menginginkan pelaksanaan undang-undang tersebut dengan benar,”tegasnya.

Ia mengatakan, Holcim kini memang telah memberikan upah kepada pekerjanya di atas upah minimum kabupaten/kota (UMK) sebesar Rp986 ribu per bulan. Namun, di Holcim Indonesia, Cilacap, masih ada tenaga kontrak sebanyak 840 orang.

“Itu yang masih jadi persoalan. Kami juga minta agar gaji pekerja disesuaikan dengan ekspatriat yang bekerja di Holcim,” tandasnya.

Metrotvnews.com (1/5/2013)

Diskusi Kosong

Nama *

Email *

Website

Gunakan kode HTML blockquote, b, a, ul, ol, dan li jika ingin mempercantik komentar.