Depan  •  Berita  •  Pemerintah Targetkan 40.000 Tenaga Kerja Tersertifikasi Tiap Tahun

Pemerintah Targetkan 40.000 Tenaga Kerja Tersertifikasi Tiap Tahun

Berita  |   |  26 Aug 2014   

JAKARTA – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menargetkan dapat menambah sekitar 40.000 tenaga kerja pariwisata tersertifikasi baru setiap tahun dalam lima tahun ke depan.

Hal tersebut sebagai upaya untuk mempersiapkan daya saing menjelang implementasi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2014.

Kepala Badan Pengembangan SDM Kemenparekraf I Gde Pitana menargetkan minimal dapat menambah 200.000 tenaga kerja tersertifikasi dalam jangka waktu 5 tahun, atau rata-rata tiap tahunnya menghasilkan 40.000 tenaga kerja tersertifikasi baru.

“Di Jepang, yang proses sertifikasinya telah dimulai sejak 1951 totalnya belum lebih dari 40%, jadi Indonesia seharusnya bisa melakukanya dengan bertahap,” katanya di Jakarta, Senin (19/8/2014).

Adapun, hingga saat ini telah ada 197 pendidikan tinggi yang memberikan pendidikan terkait pariwisata, dan 80% di antaranya telah menjadi tempat uji kompetensi, sedangkan jumlah LSP ada sebanyak 12.

“Diharapkan ke depannya jumlah tempat uji kompetensi juga dapat bertambah dan menyebar ke lokasi-lokasi yang industri pariwisatanya terus berkembang,” paparnya.

Aturan sertifikasi tenaga kerja tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah No.52/2012 tentang Sertifikasi Kompetensi dan Sertifikasi Usaha di Bidang Pariwisata.

Industri Pariwisata baru tersertifikasi 6,7 persen

Jumlah tenaga kerja pariwisata yang tersertifikasi di Indonesia baru sekitar 6,7% dibandingkan dengan serapan tenaga kerja di sektor formal yang mencapai 3 juta jiwa.

Jumlah tenaga kerja yang telah tersertifikasi yang difasilitasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sejak 2007 hingga tahun ini mencapai 64.000 orang.

Meskipun jumlah tersebut melampui target yang ditetapkan pemerintah sebanyak 50.000 orang, tetapi angka tersebut masih sangat terbatas dibandingkan dengan serapan tenaga kerja pariwisata.

Sementara itu, jika ditambah dengan sertifikasi yang dihasilkan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), sekolah kepariwisataan dan manajemen perhotelan, jumlah tenaga kerja tersertifikasi yang sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.52/2012 tentang Sertifikasi Kompetensi dan Sertifikasi Usaha di Bidang Pariwisata mencapai sekitar 200.000 orang atau 6,67% dibandingkan dengan asumsi serapan tenaga kerja pariwisata di sektor formal yang mencapai 3 juta jiwa.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Pariwisata Mari Elka Pangestu menjelaskan peningkatan jumlah tenaga kerja yang kompeten merupakan pekerjaan rumah bagi setiap stakeholders, sehingga diharapkan dapat berpartisipasi aktif menyiapkan tenaga kerja pariwisata yang berdaya saing terutama dalam jangka waktu setahun ke depan menjelang Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

“Jumlahnya diakui memang masih sangat sedikit, tapi semuanya akan dilakukan secara bertahap dalam jangka panjang, yang kami targetkan adalah tenaga kerja di sektor formal,” paparnya di Jakarta, Selasa (19/8/2014).

Agar upaya peningkatan SDM berkompeten dapat berjalan, pemerintah mendorong user atau pelaku industri bisa berinisiatif agar tenaga kerjanya memenuhi standar, salah satunya dengan menetapkan syarat bersertifikat bagi para calon karyawan saat melakukan perekrutan tenaga kerja.

“Hotel-hotel besar bisa menjadi tempat uji kompetensi bagi karyawan-karyawannya, dan kementerian dapat memafasilitasi dengan memberikan pelatihan bagi para asesor internal,” imbuhnya.

Bisnis.com (19/8/2014)

Diskusi Kosong

Nama *

Email *

Website

Gunakan kode HTML blockquote, b, a, ul, ol, dan li jika ingin mempercantik komentar.