Depan  •  Berita  •  PENGURANGAN JAM KERJA PEREMPUAN: Kebijakan Positif untuk Lindungi Anak

PENGURANGAN JAM KERJA PEREMPUAN: Kebijakan Positif untuk Lindungi Anak

Berita  |   |  30 Nov 2014   

JAKARTA – Pemerhati perempuan dan anak Giwo Rubianto Wiyogo mengatakan rencana pemerintah untuk mengurangi jam kerja bagi perempuan sangat positif karena dapat melindungi anak.

“Dengan pengurangan jam kerja, kesempatan perempuan untuk memantau anak, terutama untuk memastikan anak tumbuh dan berkembang dengan baik semakin banyak,” kata Giwo di Jakarta, Jumat (28/11/2014).

Terlebih saat ini anak rentan menjadi korban kekerasan, termasuk dilakukan oleh pengasuh sehingga pengurangan jam kerja sedikit banyak akan melindungi anak dari ancaman kekerasan.

“Rencana pengurangan jam kerja bagi perempuan merupakan kebijakan positif karena satu sisi negara memberikan akses untuk berkarir, namun dipihak lain negara juga memberikan perlakuan khusus bagi perempuan,” kata mantan Ketua KPAI itu.

Selain melindungi anak, dampak positif lainnya adalah semakin banyaknya waktu perempuan untuk berpartisipasi pada aspek sosial, agama, dan ekonomi semakin luas.

“Oleh karena itu, saya merekomendasikan, disamping ada kebijakan pengurangan jam kerja perempuan juga diikuti kebijakan yang menfasilitasi pengembangan dan pemberdayaan perempuan agar lebih berdaya saing,” usul dia.

Sebelumnya,Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai jam kerja pegawai perempuan harus dikurangi selama dua jam. Pengurangan ini diperlukan agar perempuan bisa memiliki waktu lebih untuk keluarga dan mendidik anak.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam pertemuannya dengan Persatuan Umat Islam di Jakarta.

Bisnis.com (28/11/2014)

Diskusi Kosong

Nama *

Email *

Website

Gunakan kode HTML blockquote, b, a, ul, ol, dan li jika ingin mempercantik komentar.