Depan  •  Berita  •  Pengusaha Tekstil Minta Kucuran Dana Pelatihan Dari Pemerintah

Pengusaha Tekstil Minta Kucuran Dana Pelatihan Dari Pemerintah

Berita  |   |  31 Jan 2015   

JAKARTA – Pengusaha tekstil meminta pemerintah untuk mengalokasikan angggaran pelatihan untuk memenuhi permintaan tenaga kerja sektor tersebut di Tanah Air.

Pasalnya ketersediaan tenaga kerja sektor tekstil di Indonesia sejauh ini masih belum bisa mencukupi permintaan industri.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, setiap tahunnya permintaan tenaga kerja tekstil mencapai 500 orang. Sementara pemerintah dan lembaga pelatihan hanya mampu menyediakan 300 tenaga kerja setiap tahun.

“Pemerintah harus melakukan alokasi dana untuk pelatihan oleh masyarakat. Intinya pemerintah harus memberikan insentif bagi pengusaha yang mengelola lembaga pelatihan,” kata Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat, Rabu (21/1/2015).

Selama ini, sambung Ade, keberadaan pemerintah dalam pembinaan tenaga kerja tekstil sangat minim. Pengusaha bahkan sering mengeluarkan biaya tambahan untuk kebutuhan pembinaan dan pelatihan pekerja secara mandiri untuk mencukupi kebutuhan industri.

Artinya, dengan dilakukannya pelatihan secara mandiri akan mengurangi produktivitas perusahaan dan menambah beban pengusaha dalam mengeluarkan biaya produksi. Hal inilah yang menurut Ade perlu mendapat perhatian pemerintah.

“Kami minta Kementerian Ketenagakerjaan untuk mencari tenaga kerja yang berusia antara 16-18 tahun, dan diperbolehkan mengikuti magang supaya pelatihan yang kami lakukan lebih ringan.”

Bisnis.com (22/1/2015)

Diskusi Kosong

Nama *

Email *

Website

Gunakan kode HTML blockquote, b, a, ul, ol, dan li jika ingin mempercantik komentar.