Depan  •  Berita, Liputan  •  PT KS Diminta Laksanakan Ketentuan UMK Cilegon

PT KS Diminta Laksanakan Ketentuan UMK Cilegon

Berita Liputan  |   |  20 Mar 2013   

BeritaSatu.com, 20/3/2013, Jakarta – Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) meminta PT Krakatau Steel (KS) agar melaksanakan ketentuan Upah Minimum Kota (UMK) Cilegon 2013 sebesar Rp2,2 juta.

“Kalau tuntutan buruh mengenai ketentuan normatif seperti kenaikan upah, ya, perusahaan harus ikuti ketentuan yang telah ditetapkan,” kata Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI dan Jamsostek) Kemnakertrans, Irianto Simbolon, kepada media ini, Selasa (19/3) malam.

Irianto mengatakan hal itu ketika ditanya bagaimana sikap Kemenakertrans soal sekitar 1.500 buruh outsourcing PT KS yang melakukan aksi demo di Kantor Gubernur Banten, terkait UMK Cilegon 2013 yang tidak dilaksanakan oleh manajemen PT KS. Menurut Irianto, PT KS memang sering mengabaikan hak-hak pekerja, seperti tak melaksanakan ketentuan UMR sebagaimana telah ditetapkan.

“PT KS sering melakukan hal seperti ini,” kata Irianto.

Irianto mengatakan, Kemenakertrans akan berkoordinasi dengan Pemprov Banten untuk mengambil sikap soal tuntutan para buruh terhadap PT KS. “Kita akan berkoordinasi dengan Pemprov Banten,” kata dia lagi.

Sebagaimana diberitakan, ribuan buruh outsourcing meminta Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, untuk memanggil dan menegur pihak manajemen PT KS. Dikatakan, UMK Kota Cilegon 2013 senilai Rp2,2 juta itu sendiri diajukan oleh Pemkot Cilegon, dan telah disetujui oleh Gubernur Banten.

Masalahnya, hingga saat ini manajemen PT KS belum melaksanakan UMK yang telah ditetapkan tersebut terhadap 1.500 buruh outsourcing yang ada.

Diskusi Kosong

Nama *

Email *

Website

Gunakan kode HTML blockquote, b, a, ul, ol, dan li jika ingin mempercantik komentar.