Depan  •  Berita, Liputan  •  Puluhan Perusahaan di Bekasi Bermasalah dengan Karyawan

Puluhan Perusahaan di Bekasi Bermasalah dengan Karyawan

Berita Liputan  |   |  26 Mar 2013   

Pikiran Rakyat, BEKASI: Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bekasi mencatat, sedikitnya 23 perusahaan setempat tengah bermasalah hubungan industrial dengan pekerjanya. Permasalahan tersebut tengah diupayakan pencarian solusinya oleh tim khusus yang dibentuk dengan melibatkan unsur Disnaker Kota Bekasi dan serikat pekerja.

Pembentukan tim khusus ini merupakan tindak lanjut atas pertemuan dengan serikat pekerja beberapa waktu lalu. Kala itu, perwakilan serikat pekerja menyampaikan rencananya menggelar aksi besar-besaran akibat banyaknya perusahaan yang bertindak sewenang-wenang kepada karyawannya. Syukurnya, rencana aksi bisa diredam setelah tim terbentuk dengan tugas awalnya mendata perusahaan-perusahaan yang tengah bermasalah dengan karyawannya, ucap Kepala Dinasker Kota Bekasi Abdul Iman, Senin (25/313).

Berdasarkan pendataan awal, permasalahan yang paling umum terjadi ialah perihal pelanggaran mengenai tenaga alih daya, pembayaran Upah Minimum Kota, perjanjian kerja, dan keikutsertaan perusahaan dalam program Jamsostek.

Dari ke-23 perusahaan bermasalah tersebut, ada perusahaan yang kepemilikannya asing maupun lokal.

Pada Senin (25/3), Iman berkesempatan mendampingi Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mendatangi empat dari 23 perusahaan yang bermasalah tersebut. Perusahaan yang didatangi antara lain PT Mikie Oleo Nabati Industri dan PT Jeil Indonesia.

Di perusahaan-perusahaan tersebut, Rahmat menjanjikan permasalahan yang tengah dihadapi karyawan akan dicarikan solusinya dengan segera. Dengan demikian, harmonisnya hubungan antara perusahaan dengan karyawannya bisa kembali terjalin demi terjaganya roda produksi.

Diskusi Kosong

Nama *

Email *

Website

Gunakan kode HTML blockquote, b, a, ul, ol, dan li jika ingin mempercantik komentar.