Depan  •  Berita  •  Ragam Tanggapan Soal Buruh yang Minta Parfum Sampai Sandal

Ragam Tanggapan Soal Buruh yang Minta Parfum Sampai Sandal

Berita  |   |  30 Sep 2014   

Jakarta – Kalangan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) kembali meminta kenaikan upah minimal 30% tahun depan. Contohnya di Jabodetabek yang saat ini upahnya Rp 2,4 juta/bulan, menjadi Rp 3,2 juta/bulan.

Alasan mereka bermacam-macam, mulai dari penambahan komponen Kebutuhan Hidup Layak (KHL) seperti parfum, televisi, kipas angin, dan lainnya hingga keluhan tak bisa liburan. Jika tak dipenuhi, mereka mengancam akan menutup jalan tol dan melakukan mogok massal hingga 2 juta orang di seluruh Indonesia.

Tuntutan mereka menuai ragam tanggapan dari banyak pihak, mulai pengusaha hingga pemerintah. Apa saja tanggapannya? Berikut seperti dirangkum detikFinance, Selasa (9/9/2014):

1. Pengusaha Tak Keberatan Buruh Mengundurkan Diri

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi tak keberatan jika buruh tak puas dengan upah yang diterimanya dan memutuskan untuk mencari tempat kerja dengan upah yang lebih tinggi.

“Kalau mereka memang misalnya ada yang lebih baik, silakan kita nggak larang juga. Kita nggak bisa cuma sekadar demo-demo begitu,” katanya.

2. Permintaan Buruh Aneh-aneh

Sofjan juga menuturkan, sah-sah saja jika buruh meminta kenaikan upah hingga 100% sekalipun. Tapi menurutnya, permintaan tersebut harus berdasar dan masuk akal. Tuntutan seperti parfum dimasukkan dalam KHL tidak masuk akal.

“Minta boleh saja silahkan. Tapi yang wajar,” kata Sofjan.

3. ‘Parfum untuk Pekerja Karaoke, Bukan di Pabrik’

Sofjan secara tegas menanggapi perminttan buruh soal parfum kualitas 2 atau 3 dimasukkan dalam komponen KHL. Bahkan dia menyebut, parfum bukan kebutuhan pokok buruh di pabrik.

“Parfum itu kriterianya di tempat karaoke. Bukan di pabrik,” tegas Sofjan.

4. Cak Imin Anggap Permintaan Buruh Tak Realistis

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar pun angkat bicara soal tuntutan penambahan KHL buruh yang ingin komponen seperti parfum, mesin cuci, sandal dan lainnya dimasukkan. Total KHL yang diminta buruh menjadi 84 item.

“Ya tentu harus diseleksi dari 84 item itu. Sementara ini belum ada yang kita anggap realistis,” kata pria yang akrab disapa Cak Imin ini.

5. Kebutuhan Hidup Layak 60 Item Sudah Cukup

Cak Imin juga mengatakan, pada masanya dia sudah menambah KHL dari 40 item menjadi 60 item. Itu dirasa sudah signifikan.

“Jadi di era saya ini jumlah KHL sudah ditambah dari 40 menjadi 60 item, itu sudah signifikan. Jangan ditambah-tambah dengan yang sifatnya tidak realistis seperti parfum yang bukan jaring pengaman,” katanya.

detikfinance (9/9/2014)

Diskusi Kosong

Nama *

Email *

Website

Gunakan kode HTML blockquote, b, a, ul, ol, dan li jika ingin mempercantik komentar.