Depan  •  Berita  •  UMK 2015: Buruh di Kab. Bogor Nilai Upah Wajar Rp3,7 Juta

UMK 2015: Buruh di Kab. Bogor Nilai Upah Wajar Rp3,7 Juta

Berita  |   |  31 Oct 2014   

BOGOR- Kalangan buruh di Kabupaten Bogor menilai penaikan upah minimum pada 2015 senilai Rp3,7 juta di wilayah itu cukup wajar seiring bertambahnya kebutuhan hidup layak (KHL).

Ketua Umum Serikat Pekerja Nasional Iwan Kusmawan memaparkan sejak 29 Oktober pihaknya telah turun ke jalan berunjukrasa di Kota dan Kabupaten Bogor.

Menurutnya, selain menuntut penaikan upah, pihaknya juga meminta Pemkab Bogor mengajukan revisi KHL pada Pemerintah Pusat dari 60 menjadi 84 komponen.

“Jadi KHL sebanyak 60 komponen itu sudah tidak relevan lagi untuk kondisi saat ini. Jalan terbaiknya pemerintah daerah agar meminta Pemerintah Pusat segera meninjau ulang,” ujarnya pada Bisnis, Kamis (30/10/2014).

Selain itu, katanya, pihak pengusaha harus berani menaikan upah di atas minimum bagi perusahaan multinasional khususnya di Kabupaten Bogor, dengan alasan untuk menghindari terjadinya relokasi industri yang bisa merugikan industri lokal.

Iwan menjelaskan penaikan upah buruh berpotensi meningkatkan kesejahteraan dan daya beli yang berdampak pada meningkatnya pertumbuhan ekonomi seperti dicanangkan pemerintahan baru Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Di sisi lain, ungkap Iwan, penaikan upah buruh juga wajib dilakukan seiring rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak Rp3.000 per liter bisa berimbas pada meningkatnya harga sembako yang membebani buruh.

“Jadi jika upah di Kabupaten Bogor tetap di bawah Rp3 juta, ke depan para buruh akan semakin tertekan dengan biaya mahal,” katanya.

DPRD Kab Bogor dukung kenaikan UMK 30 persen

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bogor mendukung aksi unjukrasa kalangan buruh di kantor Pemkab Bogor terkait penaikan upah minimum 2015.
Anggota DPRD Komisi D Kabupaten Bogor Amin Sugandi menuturkan pihaknya akan segera membawa tuntutan kalangan buruh untuk dibicarakan di komisi.
Saya pribadi selaku mantan aktivis buruh tentu mendukung penaikan upah, paparnya seusai dialog dengan perwakilan buruh di kompleks DPRD, Kamis (30/10).
Siang tadi, Ribuan buruh di Kabupaten Bogor berdemonstrasi di depan kantor Bupati Bogor mendesak penaikan upah layak.
Buruh yang tergabung dari Serikat Pekerja Nasional, KSPI, Green Force, Garda Metal, SPSI dan serikat lainnya meminta Pemkab Bogor memperhatikan kondisi buruh.
Para buruh meminta para pengusaha dan pemerintah menaikan upah pada 2015 sekitar 30% sesuai kebutuhan hak layak buruh.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Kabupaten Bogor Jenner Simanjuntak memaparkan pihaknya tengah menunggu hasil kesepakatan Dewan Pengupahan yang tengah mengkalkulasi hasil pengupahan di kabupaten itu.
Tentu kami terima terlebih dahulu tuntutan para buruh, hasilnya seperti apa masih digodok oleh Dewan Pengupahan, ujarnya.

Bisnis.com (30/10/2014)

Diskusi Kosong

Nama *

Email *

Website

Gunakan kode HTML blockquote, b, a, ul, ol, dan li jika ingin mempercantik komentar.