Depan  •  Utama  •  100 Perusahaan di KBN Terpaksa Setop Produksi Pada 1 Mei

100 Perusahaan di KBN Terpaksa Setop Produksi Pada 1 Mei

Utama  |   |  30 Apr 2013   

Jakarta – Sebanyak 100 perusahaan yang berlokasi di Kawasan Berikat Nusantara (KBN), di bawah pengelolaan PT (Persero) Kawasan Berikat Nusantara (KBN) terpaksa menghentikan kegiatan produksi pada hari buruh 1 Mei 2013.

Sebanyak 70.000 buruh yang bekerja di 100 perusahaan tersebut akan diliburkan. Dampaknya, para perusahaan akan mengalami kerugian jutaan rupiah, karena tak ada jaminan keamanan.

“Jika dalam satu hari kami berhenti produksi, maka kami akan mengalami kerugian,” kata Anggota HRD Club KBN Cakung, Bernard Aritonang.

Bernard memberi gambaran kerugian misalnya PT BBM yang bergerak di bidang garmen atau pakaian jadi, biasanya dapat memproduksi 12.000 potong baju per hari. Satu potongnya dihargai US$ 3 per potong. Kerugian ini belum termasuk 99 perusahaan lainnya dengan perhitungan yang berbeda.

“Belum lagi penalti dari pihak klien karena keterlambatan pengiriman hasil produksi. Kalau terlambat tidak bisa pakai kapal, harus pakai pesawat buat kejar keterlambatan. Itu lebih mahal. Kalikan saja dengan jumlah perusahaan disini, bisa berapa banyak kerugiannya,” ujar Bernard.

Ia mengharapkan pihak keamanan kawasan industri seluas 176 hektar ini mampu menjaga stabilitas kawasan saat hari buruh nanti. Dipastikan kegiatan produksi tidak dapat optimal saat hari yang disebut May Day tersebut.

“Tapi bukannya kami melarang aksi demonstrasi, karena semua orang bebas mengungkapkan pendapatnya, hanya saja kami tidak ingin terjadi hal tidak diinginkan,” ujar Bernard.

KBN Cakung adalah kawasan industri yang mempekerjakan 70.000 orang. Sedikitnya 100 perusahaan yang 90 persennya bergerak di industri garment tersebut menempati 176 hektar luas kawasan ini. Para pemilik perusahaan di kawasan ini diketahui sebagian berkewarganegaraan Korea, atau investor asing.

detik.com

Diskusi Kosong

Nama *

Email *

Website

Gunakan kode HTML blockquote, b, a, ul, ol, dan li jika ingin mempercantik komentar.