Depan  •  Utama  •  Hadapi May Day, SBY Undang Pimpinan Buruh ke Istana

Hadapi May Day, SBY Undang Pimpinan Buruh ke Istana

Utama  |   |  30 Apr 2013   

Jakarta – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima sejumlah pimpinan federasi dan konfederasi buruh di Istana Negara, Jakarta, Senin 29 April 2013.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden bersama dengan Wakil Presiden Boediono, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar serta jajaran menteri terkait lainnya, akan berdialog terkait tuntutan para pekerja jelang peringatan Hari Buruh atau May Day pada Rabu 1 Mei 2013.

Saat membuka dialog tersebut, Presiden mengaku selama ini kerap memantau dinamika para buruh, termasuk sejumlah unjuk rasa yang kerap dilakukan untuk mengungkapkan aspirasi pekerja.

“Tertib, tidak merusak, itulah demokrasi. Boleh kritik kepada pemerintah, beri rekomendasi, tapi tertib. Karena kalau tidak, apalagi anarki, bisa berdampak bagi semua, buat ekonomi, pembangunan, semuanya. Untuk itu, jaga ketertiban dalam beraspirasi,” kata Presiden SBY yang duduk berhadapan dengan para pimpinan buruh tersebut.

SBY pun meminta agar para buruh dapat menyampaikan aspirasi langsung kepadanya dalam kesempatan ini, untuk kemudian dapat diwujudkan sebuah solusi.

“Komitmen dan kepentingan kita sama, saya pribadi sering sampaikan, kita ingin kesejahteraan pekerja makin lama makin baik. Kita tak ingin pertumbuhan ekonomi baik, tapi pekerja jalan di tempat. Secara moral tidak adil,” ujarnya.

Menurut SBY, di satu sisi peningkatan upah disesuaikan dengan kemampuan sebuah negara. Agar industri tidak merugi atau bangkrut, kata SBY, maka semua pihak harus memberikan kontribusi.

“Pemerintah memberi kebijakan regulasi dan iklim, perusahaan bekerja baik dengan demikian perekonomian tumbuh, maka akan bisa berikan kebutuhan yang lebih baik lagi,” tuturnya.

SBY juga menyampaikan, apabila kondisi sosial, ekonomi dan politik terjaga dan tumbuh dengan baik, maka tentu saja dapat ciptakan lapangan pekerjaan. “Kalau perekonomian tumbuh, yang menganggur bisa bekerja. Untuk itu hubungan bipartit di antara kita semua, saya rasa bisa diselesaikan dengan baik.”

Sejumlah tokoh pimpinan buruh yang hadir dalam dialog tersebut antara lain Said Iqbal dari KSPI, Andi Nualea dari MPBI, Saiful Bahri dari SARBUMUSI, Neneng Elitos dari KASPI, Latif dari Serikat Pekerja BUMN, Yoris dari KSPSI, dan beberapa pimpinan lainnya.

Dalam pertemuan ini, kedua belah pihak rencananya akan berbagi pemikiran menyalurkan aspirasi dan berdiskusi soal pengaturan regulasi. Namun sayangnya dialog yang dimoderasi oleh Muhaimin Iskandar ini berlangsung tertutup dan tak boleh diliput media.

VIVAnews (29/4/2013)

Diskusi Kosong

Nama *

Email *

Website

Gunakan kode HTML blockquote, b, a, ul, ol, dan li jika ingin mempercantik komentar.